Neuropati
Kesemutan, kram atau kebas yang menyerang anggota tubuh Anda bisa jadi merupakan gejala awal dari Neuropati. Sumber Foto : naturalsociety.com

Waspada Neuropati Mengintai Gaya Hidup Kamu – Pernahkah Anda mengalami kram, kesemutan atau kebas pada kaki tangan Anda? Mungkin Anda hanya menganggap itu hanyalah hal biasa yang terjadi karena tidak lancarnya peredaran darah. Tapi tahukah Anda bahwa itu bisa menjadi gejala bahwa Anda terkena penyakit Neuropati?

Banyak orang tidak mengenal apa itu Neuropati. Dari hasil riset Merck  dan MarkPlus Insight (2014) dengan 900 responden di 6 kota besar, 90 % masyarakat Indonesia tidak tahu apa itu Neuropati. Padahal hampir semua orang pernah merasakan gejalanya. Menurut dr Lili S. Sulistyowati, gejala awal dari Neuropati tidak terlalu sering dirasa, biasanya adalah kesemutan yang hilang timbul, kemudian kesemutan tersebut menjadi sering terjadi. Dan pada akhirnya hal itu menjadi tidak terasa dan yang membahayakan adalah ketika (misalnya) telapak kaki kita menginjak sesuatu yang tajam dan kemudian terluka namun kita tidak merasakannya.

Di Indonesia, angka penderita Neuropati cukup tinggi. Sebanyak 43% dari 16.800 responden terbukti berisiko terkena Neuropati. Berdasarkan hasil pemeriksaan 5.478 orang di Neuropathy Check Points Neurobion di 8 kota besar di Indonesia pada tahun 2015 menemukan bahwa 1 dari 2 orang berisiko terkena Neuropati dan bahkan 38% dari kelompok usia 20-29 tahun juga telah berisiko Neuropati. Penelitian lain menyebutkan bahwa 1 dari 2 orang di atas 30 tahun mengalami gejala kesemutan dan kebas. Selain itu, didapat pula fakta lainnya bahwa 1 dari 4 orang mulai merasakan gejala Neuropati di usia 26-30 tahun. Walaupun prevalensinya tinggi, awareness masyarakat terhadap Neuropati masih sangat minim.

Neuropati
Neuropati merupakan gangguan atau kerusakan yang terjadi pada saraf tepi. Hal itu dapat mengenai saraf motorik dan juga saraf sensorik, saraf otonom. Sumber Foto : sarafsehat.com

APA ITU NEUROPATI?
Neuropati merupakan gangguan atau kerusakan yang terjadi pada saraf tepi. Hal itu dapat mengenai saraf motorik yang untuk gerakan, saraf sensorik yang menerima rangsangan dari luar, saraf otonom yang tidak bisa diatur atau campuran. Ketua kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi Perdosi Pusat, Manfaluthy Hakim mengatakan terdapat beberapa tingkatan gejala Neuropati, mulai dari rasa kesemutan, berkembang menjadi mati rasa jika dibiarkan, kram, kaku, rasa terbakar, kulit kering, kulit mengkilap dan yang paling berat kelemahan anggota gerak.

JENIS-JENIS NEUROPATI
Neuropati atau kerusakan saraf terbagi menjadi beberapa jenis, Berdasarkan lokasi saraf yang sakit dan penyebabnya berikut adalah jenis-jenis Neuropati :

Neuropati Perifer
Neuropati jenis ini menyangkut semua saraf yang ada di tubuh, selain yang berada di otak dan urat saraf tulang belakang. Neuropati perifer dapat menjadi gangguan ringan atau kelemahan yang melumpuhkan. Gejala yang biasa dirasakan adalah kesemutan, pegal, mati rasa atau rasa seperti terbakar pada kaki dan jari kaki, serta dapat pula dialami pada tangan dan jari tangan. Beberapa penyebab neuropati perifer di antaranya adalah cedera mendadak, tekanan berkepanjangan pada saraf, diabetes, kekurangan vitamin dan sering minum minuman beralkohol.

Neuropati Otonom
Ini merupakan bentuk polineuropati yang mempengaruhi sistem saraf non-sensorik (sistem saraf otonom) yang mempengaruhi sebagian besar organ internal seperti otot-otot kandung kemih, sirkulasi darah, keringat, saluran pencernaan dan organ kelamin. Umumnya Neuropati otonom dialami oleh orang yang mengalami diabetes mellitus tipe 1 dan 2 dalam jangka panjang. Gejalanya antara lain tekanan darah menjadi rendah, diare (seringnya pada malam hari), mual, kembung, sering bersendawa, kesulitan menelan, detak jantung menjadi cepat atau berkeringat secara berlebihan.

Mononeuropati
Ini adalah jenis Neuropati yang hanya mempengaruhi saraf tunggal. Beberapa penyebabnya antara lain cedera langsung ke saraf, gangguan suplai darah (iskemia), dan peradangan. Gejala yang terjadi akibat kondisi ini biasanya muncul secara mendadak. Gejala yang muncul akan tergantung pada saraf mana yang mengalami gangguan, misalnya Bell’s Palsy atau kelemahan di salah satu sisi wajah dan jari tangan yang tiba-tiba melemah.

Polineuropati
Salah satu penyebab Neuropati jenis ini adalah diabetes. Gejalanya antara lain: rasa nyeri secara tiba-tiba pada kaki, pusing ketika berdiri, dan susah buang air kecil.

Neuropati Kranial
Neuropati kranial adalah kondisi di mana terjadi kerusakan pada salah satu dari 12 saraf kranial (saraf tulang belakang bagian atas). Salah satu gejalanya adalah pendengaran yang berfungsi secara tidak baik.

GAYA HIDUP DAN NEUROPATI

neuropati
Sumber Foto : sarafsehat.com

Beberapa orang yang rentan terhadap penyakit ini adalah penderita diabetes, orang tua, perokok, orang pengkonsumsi alkhohol, penderita hipertensi, orang trauma, infeksi, gangguan nutrisi serta gangguan metabolik lainnya. Selain itu, gaya hidup seseorang juga bisa berpotensi membuat orang tersebut terkena Neuropati. Gaya hidup yang harus dihindari adalah kurang berolahraga, terlalu lama bermain gadget atau di depan komputer, menggunakan high-heels dan tidak memperhatikan asupan gizi makanan mereka sehari-hari.

Neuropati bisa dicegah sejak dini dengan memulai gaya hidup sehat seperti olahraga teratur, diet sehat dan seimbang, menjaga kadar gula darah, membatasi minuman beralkohol dan mengonsumsi vitamin neurotropik (B1, B6 dan B12). Di Indonesia, salah satu vitamin yang mencukupi kebutuhan vitamin tersebut adalah Neurobion. Selain itu, sebaiknya mulai saat ini Anda menghindari beberapa kebiasaan buruk, seperti terlalu lama duduk, kurang tidur, konsumsi terlalu banyak gula/pemanis dan melakukan aktivitas berulang.

Untuk orang yang memiliki rutinitas yang padat, ada baiknya Anda meluangkan waktu  setidaknya 10 menit dalam satu hari untuk melakukan senam Neuromove. Senam ini  berisi serangkaian gerakan yang disusun secara khusus untuk mencegah Neuropati atau kerusakan saraf tepi. Gerakan ini diramu oleh salah satu perusahaan Farmasi di Indonesia, Merck, yang bekerja sama dengan dokter spesialis, Ade Jeanne D.L. Tobing.

Berikut adalah gerakan Neuromove yang bisa Anda lakukan sehari-sehari :

MITOS DAN FAKTA SEPUTAR NEUROPATI

Berikut adalah beberapa mitos dan fakta yang sering beredar di masyarakat terkait dengan penyakit saraf ini. Anda perlu mengetahui mana yang hanya merupakan mitos dan mana yang merupakan fakta. Hal ini sebagai langkah awal utuk memahami penyakit ini sejak dini, sehingga Anda bisa mengambil tindakan selanjutnya agar Anda tidak berkepanjangan menderita penyakit ini.

Neuropati
Sumber : sarafsehat.com/lawanneuropati

Sumber Rujukan :

http://sarafsehat.com

http://sarafsehat.com/lawanneuropati

Mari lawan Neuropati! – INewsTV Channel Youtube

PERDOSSI dan Merck Luncurkan Kampanye Lawan Neuropati

Senam Neuromove Cegah Kerusakan Saraf Tepi

Artikel ini diikutsertakan dalam Blog Competition Neurobion – Waspada Neuropati Mengintai Gaya Hidup Kamu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s